kampung inggris pare

10 Mitos Tentang Kampung Inggris yang Nggak Semuanya Benar

Kampung Inggris, Resiko menjadi populer adalah berteman dengan gosip.

Sama halnya dengan yang juga tidak jauh dari desas-desus dan beragam informasi yang belum tentu kebenarannya.

Mitos dan desas-desus yang beredar luas di jejaring sosial, situs online, hingga media cetak malah makin melekat di hati masyarakat tentang Kampung Inggris. Tidak bisa dipungkiri hal ini adalah salah satu faktor yang menjadikan kampung ini terkenal di masyarakat luas.

Entah dari mana mitos-mitos tersebut berasal, yang terpenting adalah mengetahui kebenaran tentang kampung tersebut. So, daripada kamu kecewa, baca dulu 10 mitos tentang Kampung Inggris di bawah ini:

1. Bahasa Inggris Adalah Bahasa Sehari-hari

Do You Speak English?

Mitos pertama yang paling melekat di pikiran masyarakat yaitu bahasa inggris adalah bahasa sehari-hari di Kampung Inggris. Jadi semua elemen masyarakat seperti penjual makanan, tukang laundry hingga pedagang kaki lima bisa berbicara bahasa inggris.

Namun kenyataannya? Tentu salah. Bahasa sehari-hari dari kampung tersebut adalah bahasa indonesia dan bahasa jawa yang khas Pare.

Yah, suasana ‘inggris’nya nggak terasa dong?

Jangan salah. Meskipun bahasa inggris bukan bahasa sehari-hari, umumnya setiap lembaga kursus menerapkan sistem bahasa inggris sebagai bahasa pokok yang digunakan ketika berbicara sehari-hari di lingkup lembaga kursus.

2. Kampung Inggris Adalah 1 Lembaga Kursus

Satu Lembaga Kursus

Hayoo mengaku! Siapa sih yang awalnya mengira Kampung Inggris adalah 1 lembaga kursus?

Faktanya kampung ini adalah area sepanjang Jalan Anyelir, Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning, dan Jalan Aster yang terletak di Desa Tulungrejo dan Desa Pelem.

Lalu kenapa disebut Kampung Inggris? Karena terdapat lebih dari 200 lembaga kursus bahasa inggris.

Jadi bila kamu ingin ke kampung ini, jangan lupa untuk cari tahu sebanyak-banyaknya terlebih dahulu tentang kampung ini ya, guys.

3. Seluruh Pengajar adalah Native Speaker

native-speaker

Jika tujuanmu ke Kampung Inggris adalah belajar dengan bule atau Native Speaker, maka siap-siap akan menuai kekecewaan. Mengapa demikian?

Sebab umumnya pengajar lembaga kursus bahasa inggris adalah almuni dari lembaga kursus itu sendiri. Sulit bila kriteria lembaga kursus pilihan kamu adalah yang memiliki native speaker.

Jadi, salah dong mitos ini? Tidak sepenuhnya salah. Ada beberapa lembaga kursus bahasa inggris yang memang memiliki native speaker sebagai tutornya, namun jumlahnya hanya sedikit.

4. Belajar Bahasa Inggris di sana Langsung Bisa Mahir

belajar-di-kampung-inggris

Banyak yang beranggapan bahwa berada di Kampung Inggris membuat semua orang langsung mahir berbahasa inggris. Nyatanya? Tidak semudah itu, teman!

Banyak hal yang mempengaruhi kamu supaya menjadi mahir dalam bahasa inggris, seperti bagaimana cara kamu belajar, berapa lama periode kamu belajar, dan seberapa kuat sih tekad kamu untuk menguasai bahasa inggris.

5. Tempatnya Sangat Jauh

pedesaan

Kampung Inggris itu di pedalaman. Itulah gosip yang juga beredar di telinga masyarakat. Siapa yang bilang sih kalau kampung ini jauh?

Kampung ini berada di Desa Pelem dan Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Sejak berdiri kampung itu tidak pernah pindah kemana pun.

Di era yang serba modern ini, rasanya malu dong kalau masih tidak tau akses ke suatu tempat. Berlaku juga buat kampung ikonik ini. Kampung Inggris dapat dijangkau menggunakan bus, ojek online, hingga kendaraan pribadi.

Jadi sudah tidak ada istilah lagi wilayah terlalu jauh, sebab hampir semua kendaraan darat bisa menjangkau kampung ikonik yang satu ini.

6. Tidak Ada Toko dan Fasilitas Umum

fasilitas-umum-pertokoan

Namanya saja Kampung Inggris, pasti tepatnya di desa dan tidak ada fasilitas umum dong?

Eits, kata siapa? Pembangunan dan infrastuktur di kampung ikonik ini bisa dibilang cukup modern. Kamu bisa menjumpai segala jenis toko mulai dari toko pakaian, kendaraan, makanan hingga segala service hampir ada di kampung ini.

Benar memang jika kampung ini terletak di desa, tetapi hal tersebut tidak membatasi untuk terus berkembang lho.

 Tenang, kamu tidak akan kelaparan, bingung tidak ada sinyal internet atau telepon di kampung unik ini kok.

7. Cuma Tempat Belajar Bahasa Inggris

tempat-belajar-bahasa

Lebih tepat jika disebut sebagai salah satu pusat tempat belajar di Pare. Meskipun namanya adalah Kampung Inggris, kamu tetap bisa menemukan lembaga kursus atau lembaga pembelajaran lain di sana.

Salah satu yang juga banyak dijumpai di kampung ini adalah Bimbel (Bimbingan Belajar) untuk segala jenjang pendidikan, lembaga kursus untuk non akademik seperti kursus piano, kursus komputer, dan masih banyak lagi.

8. Biaya Hidup Mahal

harganya-mahal

“Duh kok sekarang Kampung Inggris semakin mahal ya? Gak kayak dulu pas masih sedikit lembaga kursusnya?”

Kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan listrik saja naik, tentu untuk menyesuaikan fasilitas yang ada perlu adanya kenaikan harga. Apalagi sebagian lembaga kursus di Kampung Inggris menyewa gedung, sehingga biayanya pun tentu perlu penyesuaian.

Jangan khawatir, kamu tetap bisa menyesuaikan dengan budget kamu kok. Ketika awal memilih lembaga kursus, tentu kamu harus survey dulu mengenai biaya paketnya.  Jadi mitos biaya hidup di Kampung Inggris mahal itu hoax.

9. Banyak Bule dan Turis di setiap Jalan

banyak-bule

Banyak bule dan turis di Kampung Inggris? Benarkah?

Jadi ada benarnya ada juga tidaknya. Di sana kamu bisa menemukan bule kok, tapi memang tidak sering seperti di Bali. Umumnya bule yang berada di Kampung Inggris hanya tinggal sementara atau tidak menetap untuk waktu yang lama.

Anehnya lagi, ada yang beranggapan bahwa tempat ini adalah kampung yang isinya hanya bule-bule saja. Padahal suasanya juga sama halnya dengan kampung lainnya, yang membedakan hanya banyak lembaga kursus bahasa inggris.

10. Sudah Tidak Aman Lagi

tindak-kriminal

Sering mendengar banyaknya tindakan kriminal di Kampung Inggris? Jangan takut dulu.

Sudah sewajarnya bila ada keramaian dan suatu kehidupan, maka akan ada segala tindakan. Entah tindakan baik ataupun tindakan buruk.

Tetapi kalau kamu percaya kampung ini nggak aman lagi itu salah. Faktanya sudah banyak lembaga kursus bahasa inggris yang mulai menyerukan bagaimana berkendara dengan baik, bagaimana menjaga diri. Di kampung ikonik ini juga sering terlihat polisi berpatroli memastikan keamanan diseluruh kampung.

Nah, tugas kamu hanya selalu waspada di manapun kamu berada. Tidak ada salahnya untuk meminta ditemani ketika pulang sendiri waktu malam atau berpergian yang cukup jauh.

Ingat ya, kejahatan itu ada karena kamu memberi celah untuk melakukannya.

Sekarang sudah tahu kan mana yang termasuk 10 mitos dari Kampung Inggris. Jadi pastikan terlebih dahulu segala sesuatu sebelum menerimannya ya!

kampung inggris pare

Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*