Sindrom Tourette Sang Kelainan Langka Yang Harus Dikontrol

sumber gambar: hellosehat.com

Definisi sindrom tourette adalah suatu kelainan yang mengakibatkan penderita secara tiba-tiba melakukan ucapan berulang ataupun gerakan yang tidak disengaja dan diluar kendali yang dikenal sebagi tic. Ini dapat muncul pada bagian tubuh apapun, baik itu tangan, kaki, ataupun wajah. Normalnya tic dialami oleh anak-anak setidaknya selama maksimal 1 tahun. Akan tetapi jika anda menderita sindrom tourette akan mengalami tic lebih dari setahun dan muncul beraneka ragam perilaku diluar kesadarannya. Tic yang ditimbulkan beragam, artinya setiap orang memiliki karakter tic yang berbeda-beda. Sindrom ini biasa menyerang seseorang pria dengan rentang usia antara 2 hingga 15 tahun.

Seperti yang banyak orang tahu, tic digolongkan menjadi beberapa jenis seperti kutipan pada haldoc.com, antara lain.

  • Vocal tics

Ciri khasnya berupa melakukan suara yang berulang-ulang. Vocal tics terbagi menjadi dua bentuk, yaitu simple vocal tics (berdeham, batuk, menggerutu, hingga membuat suara seperti binatang) atau complex vocal tics atau perulangan perkataan sendiri (palilalia); perkataan orang lain (echophenomena); pengucapan kata-kata vulgar (koprolalia) dan kasar. 

  • Motor tics

Ciri khasnya ialah membuat gerakan yang sama dan berulang. Mampu melibatkan golongan otot dalam jumlah sekaligus (complex tics) maupun otot jumlah terbatas (simple tics). Mengangguk, menggeleng, berkedip, dan lain lain tergolong dalam simple motor tics sedangkan contoh dari complex motor tics yaitu menyentuh benda, memutar badan, melangkah, meloncat, dan sebagainya

Sebuah survei yang telah dilakukan oleh seorang psikolog dari University of San Diego menghasilkan setidaknya 10 – 15% dari seluruh sampel yang ada merupakan teurette dengan tics vocal dan diselingi oleh suara orang mengumpat. Keadaan ini juga disebut sebagai copropraxia. Sampai saat ini, penyebab sindrom tourette adalah belum diketahui dengan pasti. Namun sudah ada beberapa dugaan yang menjadi penyebabnya sesuai laman alodokter.com, sebagai berikut.

  1. Keturunan atau genetik

Salah satu penyebab yang paling utama ialah faktor genetik. Kelainan gen yang sudah diwarisi oleh ayah atau ibu kepada anaknya sangat dimungkinkan terjadi.

  1. Lingkungan

Selama kehamilan dan kelahiran berlangsung, seorang ibu akan menghadapi gangguan yang mana menjadi pemicu sindrom ini pada anak. Gangguan yang diterima berupa stres yang berlangsung lama akibat keadaan lingkungan di sekitarnya. Maka dari itu, beberapa bayi terlahir dengan berat lahir di bawah batas kewajaran. Disisi lain, anak juga akan berpeluang untuk terinfeksi kuman Streptococcus yang mana berkaitan erat dengan sindrom ini.

  1. Sistem saraf otak

Ada studi yang menyimpulkan bahwa anak penderita sindrom ini akan memiliki kecacatan pada fungsi, struktur, atau zat kimia pada otak yang mengirim impuls saraf (neurotransmitter), termasuk dopamin dan serotonin. 

Pengobatan bagi penderita sindrom tourette adalah tidak diperlukan apabila gejalanya masih ringan. Misalnya kejang dalam waktu singkat, tiba-tiba tersentak, mulut berkomat kamit, atau hidung yang mengalami kedutan. Akan tetapi jika gejalanya sudah kian memburuk, berbahaya, atau mengganggu aktivitas sehari-hari maka lakukanlah pengobatan. Apa saja? simaklah uraian di bawah ini

  1. Obat-obatan

Memang sampai saat ini belum ditemukan obat khusus untuk penderita tourette. Namun anda bisa mengendalikan tic-nya dengan meminum obat anti depresan, suntik botox, antikonvulsan, atau antipsikotik (seperti haloperidol).

  1. DBS (deep brain stimulation)

DBS merupakan sebuah prosedur pengobatan dengan memanfaatkan elektroda yang ditanam pada otak penderita. Tujuannya ialah agar reaksi otak dalam terangsang. Prosedur ini hanya disarankan bagi penderita yang gejalanya berada di tingkat yang parah dan tidak dapat disembuhkan dengan terapi lain.

  1. Psikoterapi

Penderita dapat melakukan terapi perilaku kognitif dalam rangka proses penyembuhan. Manfaat dari penggunaan terapi ini ialah untuk mengurangi gejala yang disebabkan oleh depresi, OCD, atau ADHD. Pada sesi psikoterapi, penderita juga akan diterapi dengan metode bantuan, seperti meditasi, hipnotis, relaksasi, atau teknik pernapasan.

Perlu anda ketahui bahwasanya sidrom ini tidak akan mengurangi usia atau kepandaian penderitanya. Akan tetapi gejala yang dialami penderita dapat sembuh seiring waktu dan dapat bertambah buruk pula seiring bertambahnya usia sehingga memerlukan perawatan lanjutan. Meskipun terdengar sederhana tapi dukungan bagi penderita sangat diperlukan agar membantu mengurangi gejala yang dialami pasien. Biasanya gejala datang dipicu oleh beberapa hal, seperti depresi, cemas, dan panik yang berasal dari lingkungannya. Psikoloh Rahmi juga menyatakan hal yang sama, yaitu jangan mengucilkan pasien. Usahakan mereka tetap nyaman, percaya diri, dan bangga dengan kelebihan yang mereka miliki.

Read More
Kesehatan